[ Klik-Kanan.com ]
 
 Depan » Fokus Info Banner   Tentang Kami   Buku Tamu   Kontak 

Memilih rumah untuk situs web anda
Oleh : Onno W. Purbo

Pada saat kita memutuskan untuk membangun situs web, pada saat itu kita memutuskan untuk mencari rumah untuk situs web yang akan di bangun. File web tersebut mau tidak mau harus di letakan di sebuah server web yang tersambung ke internet 24 jam se hari. Komputer / server tersebut dapat berupa komputer di rumah atau kantor, atau menggunakan servis web hosting yang marak di Internet. Memang servis web hosting akan menangani berbagai hal teknis yang berkaitan dengan web server, sehingga kita bisa mengkonsentrasikan diri pada pengembangan content. Pada masing-masing pilihan selalu ada pro dan kontra yang harus di perhitungkan baik-baik.

In-House vs. Out-of-House
Memang web server semakin hari semakin mudah untuk di jalankan di dan konfigurasi, akan tetapi masih membutuhkan pengorbanan waktu & kemampuan teknis yang lumayan untuk me-manage server tersebut, belum termasuk biaya yang perlu di keluarkan untuk peralatan. Jika anda baru saja start atau merupakan situs yang masih kecil, rekomendasinya adalah menggunakan hosting service. Kemungkinan ISP kita dapat memberikan hosting servis yang di maksud. Memang kemungkinan solusi awal yang ekonomis bagi perorangan atau start-up company adalah menggunakan hosting servis yang relatif ekonomis. Dengan semakin besar dan kompleks-nya situs yang kita miliki, mungkin kita perlu melihat alternatif mana yang lebih baik.

Dengan hosting servis memang akan menghindarkan kita untuk melakukan pengeluaran bagi perangkat keras & perangkat lunak yang berharga antara Rp. 4 juta s/d puluhan juta tergantung dari tipe peralatan-nya. Belum lagi sekedar alat tidak cukup, kita juga harus membayari administrator situs. Tentunya dengan menyewa web hosting semua ini menjadi tidak di perlukan, akan tetapi kemungkinan kita masih perlu menyewa konsultan part-time untuk membantu pemeliharaan.

Dengan cara di atas maka biaya yang dikeluarkan pada tahun pertama akan sangat beda sekali daripada menggunakan server / staff sendiri. Perlu kita menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, kita masih harus bertanggung jawab untuk membayar tagihan & menjaga content dari situs. Biaya yang perlu kita keluarkan biasanya bervariasi tergantung lokasi, ISP, berbagai paket yang di berikan ISP, jenis saluran komunikasi dll. Semakin kompleks situs yang kita bangun maka akan semakin tinggi biaya pengembangan & pemeliharaannya. Semakin banyak trafik yang akan di generate juga akan semakin mahal biaya-nya untuk menggunakan out-of-house provider. Sayang biaya telekomunikasi di Indonesia masih terlalu mahal, jika saja kompetisi terjadi diantara para operator telekomunikasi, maka akan lebih murah jika kita bisa mempunyai leased line 2Mbps ke rumah & mempunyai server web di rumah tentunya jika kita mempunyai tenaga tetap untuk mengadministrasi web server tersebut. Untuk detail tentang seni & pengetahuan tentang webmaster ada baiknya mengunjungi web reference http://webreference.com.

Pilihan lain adalah co-location. Dengan servis co-location, si provider akan menyediakan tempat dan fasilitas pemeliharaan kepada server milik kita yang secara fisik di letakan di situs mereka. Pilihan ini merupakan pilihan yang baik jika kita dapat membeli perangkat kuat yang baik akan tetapi tidak mau memelihara & menjalankan sistem 24 jam.

 
© 2001 - 2002 Klik Kanan
Dilarang memperbanyak artikel yang terdapat pada situs ini tanpa seizin Klik Kanan.