|
Mengenal
Protokol POP
Oleh
: Widjil Widodo
Saat
ini di kalangan masyarakat pengguna internet,
POP bukanlah suatu barang baru. Dengan menggunakan
POP, seseorang mendapat kemudahan untuk mendapatkan
mail miliknya dari sebuah mail server, tanpa perlu
koneksi yang lama dengan internet yang tentu saja
memakan biaya. Dibawah ini, penulis akan sedikit
menerangkan tentang cara kerja dari POP. Pada
tulisan ini, akan banyak ditemui istilah client
dan server. Client dan server merupakan bagian
dari arsitektur yang banyak digunakan pada implementasi
layanan internet. Arsitektur ini biasa disebut
sebagai client/server architecture. Pengertian
client pada pembahasan tentang POP3 ini adalah
pihak yang menggunakan layanan POP3 dan server
adalah pihak yang menyediakan layanannya
Apakah
POP itu ?
POP
atau Post Office Protocol, sesuai dengan namanya
merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan
mail. POP yang sekarang lebih umum dikenal dengan
POP3 (POP - Version 3), dimaksudkan untuk mengizinkan
client untuk mengakses secara dinamis mail yang
masih ada di POP3 server. POP3 menawarkan pada
user untuk meninggalkan mail-nya di POP3 server,
dan mengambil mail-nya tersebut dari sejumlah
sistem sebarang. Untuk mengambil mail dengan menggunakan
POP3 dari suatu client, banyak pilihan yang dapat
digunakan seperti Sun Microsystem Inc.'s Mailtool,
QualComm Inc.'s Eudora, Netscape Comm. Corp.'s
Netscape Mail dan Microsoft Corp.'s Outlook Express.
POP3
tidak dimaksudkan untuk menyediakan operasi manipulasi
mail yang ada di server secara luas. Pada POP3,
mail diambil dari server dan kemudian dihapus
(bisa juga tidak dihapus). Segala sesuatu tentang
protokol POP3 ini dibahas dalam RFC (Request For
Comment) 1725. Protokol yang lebih tinggi dan
lebih kompleks, yaitu IMAP4, dibahas dalam RFC
1730.
Mode
POP3
Ada
dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline dan
mode inline. Pada mode offline, POP3 mengambil
dan kemudian menghapus mail yang tersimpan dari
server. POP3 bekerja dengan baik pada mode ini,
karena terutama memang didisain untuk berlaku
sebagai sebuah sistem mail yang memiliki sifat
"store-and-forward". Server, pada mode offline,
berlaku seperti sebuah tempat penampungan yang
menyimpan mail sampai user memintanya.
Pada
mode inline, POP3 akan mengambil mail dari server
tanpa menghapus mail yang sudah diambil tersebut.
Mode ini lebih disukai oleh user yang sering berpindah
tempat (nomadic user) karena memungkinkan mereka
untuk melihat mail yang sama dari tempat atau
komputer yang berbeda. Akan tetapi untuk nomadic
user yang selalu bekerja dan bepergian dengan
selalu membawa notebook, dan tetap menginginkan
agar mail miliknya yang ada di server tidak dihapus,
tentu saja menginginkan agar setiap kali mengambil
mail tidak semua mail yang akan terambil, tapi
hanya mail yang belum pernah dia lihat saja yang
akan diambil. Keinginan user seperti ini dapat
dipenuhi dengan menggunakan informasi pada client
yang memungkinkan untuk memberi tanda mail yang
sudah pernah dilihat. Setiap client layanan POP3
yang mendukung mode inline akan menyimpan informasi
ini dalam sebuah file. Pada user yang menggunakan
Netscape Mail, file yang menyimpan informasi ini
adalah file popstate.dat, yang biasanya terdapat
di /Program Files/Netscape/Users/Mail. File tersebut
memberi tahu mail yang mana saja yang sudah diambil
sehingga tidak perlu diambil lagi. Jika file ini
dihapus maka tentu saja pada pengambilan mail
berikutnya semua mail akan terambil. Contoh isi
file popstate.dat untuk seorang user yang memiliki
login misalnya 'wandi' di POP3 server students.itb.ac.id
adalah sebagai berikut :
|