|
Jalur
Alternatif Menuju ke "Pakar"
Onno W. Purbo
Pada
tahun 1986-an saya mulai diperkenalkan oleh rekan-rekan
amatir senior seperti Mas Robby Soebiakto YB1BG,
Pak Achmad Zaini YB1HR cs. bahwa kita bisa menggunakan
komputer untuk saling berkomunikasi satu dengan
lainnya menggunakan radio. Sebuah gabungan dua
teknologi yang menarik sekali bagi saya. Di tahun
1986-an kami pada saat itu merupakan belasan amatir
radio di Indonesia yang merintis teknik komunikasi
data packet radio di 7MHz 40 meter band. Teknik
yang dipakai dikenal sebagai teknik packet radio
yang menggunakan protokol komunikasi data AX.25.
Itu mula pertama saya berkenalan dengan teknik
komunikasi data yang relatif canggih. Terkagum
saya melihat dilayar komputer bisa kita bercakap
melalui keyboard, masuk ke Packet Bulletin Board
System (PBBS) rekan lain seperti Pak IGK Manila
YB1GM (sekarang YB0AA) dan mengirimkan berita
e-mail ke seluruh dunia melalui jaringan store-and-forward
PBBS amatir radio. Komunikasi digital sederhana
ini kami lakukan di tahun 1986-an, mungkin belum
terbayangkan oleh sebagian besar dari kita yang
menikmati Internet pada hari ini. Kekaguman demi
kekaguman terus dirasakan dan mendorong untuk
terus membaca dan mempelajari teknik-teknik komunikasi
data secara autodidak.
Tahun
1987, berangkat ke Canada untuk meneruskan S2
- beruntung saya memilih kota Hamilton dan menjadi
satu-satu-nya orang Indonesia di kota itu sehingga
memaksa saya untuk bisa bergaul dalam bahasa Inggris.
Kebetulan sekali di kota Hamilton ada perkumpulan
packet radio yang cukup aktif di amerika utara
yaitu Hamilton Amateur Packet Network (HAPN) yang
mengembangkan peralatan packet radio sendiri.
Saya bergabung dengan HAPN dan belajar banyak
dari mereka. Pada 1987 itu Mas Robby YB1BG mengirimkan
surat kepada saya dan menyarankan bahkan mungkin
sangat mendorong untuk mempelajari lebih dalam
lagi teknik TCP/IP karena akan menjadi dasar utama
bagi jaringan komputer dimasa mendatang.
Alhamdullilah,
saya betul-betul mengikuti nasihat mas Robby YB1BG
yang bekerja di USI/IBM. Saya harus mengakui bahwa
nasihat Mas Robby YB1BG yang banyak mempengaruhi
saya di bidang Internet, tanpa arahan beliau tidak
mungkin saya menjadi seperti sekarang. Saya masuk
ke beberapa mailing list amatir radio di jaringan
perguruan tinggi seperti BITNET & NSFNet. Pada
tahun 1987 belum ada Internet seperti yang kita
kenal sekarang. Mailing list umumnya menggunakan
listserv pada jaringan BITNET yang berbasis SNA
(IBM). Berbekal akses e-mail BITNET di kampus,
saya banyak belajar dengan membaca berbagai mailing
list amatir radio dan mengambil software untuk
amatir radio khususnya NOS yang menjadi ujicoba
jaringan TCP/IP packet radio pada PC dengan sistem
operasi DOS. Metoda banyak mendengarkan, banyak
membaca berbagai diskusi ternyata sangat ampuh
untuk belajar secara autodidak. Beruntung sekali
dengan adanya mailing list proses belajar menjadi
tidak lagi dibatasi batas dimensi institusi, dimensi
ruang dan dimensi waktu.
Sebagian
besar informasi sebetulnya ada di manual maupun
arsip diskusi. Pola belajar yang terbaik adalah
"membaca" dengan baik, istilahnya rekan-rekan
di mailing list biasanya adalah RTFM (Read The
F*cking Manual). Atau cari FAQ (Frequently Asked
Question) dan whitepaper dari berbagai topik yang
ada. Belakangan khususnya di komunitas UNIX /
Linux juga ditulis dokumentasi dalam bentuk HOWTO.
Membaca, menganalisa, mengerti dengan baik ilmu
yang ada di Internet merupakan modal awal yang
sangat manjur untuk tahap selanjutnya. Sampai
tahap ini saya rasa kita masih berada pada posisi
penerima pengetahuan dan mengkonsumsi informasi.
Konsumen merupakan posisi terendah dalam rantai
supply-demand, konsumen biasanya yang mengeluarkan
uang - hanya produsen yang akan memperoleh keuntungan
yang maksimal.
|