|
Firewall
: security internet
Oleh
: Eueung Mulyana & Onno W. Purbo
Internet
merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat
terbuka di dunia, konsekuensi yang harus di tanggung
adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan
yang terkait ke Internet. Artinya jika operator
jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya,
maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke
Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang
tidak di undang dari luar. Adalah tugas dari operator
jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko
tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi
dan kecakapan administrator jaringan ini, akan
sangat membedakan apakah suatu jaringan mudah
ditembus atau tidak.
Firewall
merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan
security (security policy). Sedangkan kebijakan
security, dibuat berdasarkan perimbangan antara
fasilitas yang disediakan dengan implikasi security-nya.
Semakin ketat kebijakan security, semakin kompleks
konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit
fasilitas yang tersedia di jaringan. Sebaliknya,
dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia
atau sedemikian sederhananya konfigurasi yang
diterapkan, maka semakin mudah orang orang 'usil'
dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung
dari lemahnya kebijakan security).
Tulisan
ini akan mencoba melihat beberapa kebijakan sekuriti
yang lazim digunakan pada saat mengkaitkan sebuah
jaringan ke Internet.
Firewall
Firewall
adalah istilah yang biasa digunakan untuk menunjuk
pada suatu komponen atau sekumpulan komponen jaringan,
yang berfungsi membatasi akses antara dua jaringan,
lebih khusus lagi, antara jaringan internal dengan
jaringan global Internet. Firewall mempunyai beberapa
tugas :
- Pertama
dan yang terpenting adalah: harus dapat mengimplementasikan
kebijakan security di jaringan (site security
policy). Jika aksi tertentu tidak diperbolehkan
oleh kebijakan ini, maka firewall harus meyakinkan
bahwa semua usaha yang mewakili operasi tersebut
harus gagal atau digagalkan. Dengan demikian,
semua akses ilegal antar jaringan (tidak diotorisasikan)
akan ditolak.
- Melakukan
filtering: mewajibkan semua traffik yang ada
untuk dilewatkan melalui firewall bagi semua
proses pemberian dan pemanfaatan layanan informasi.
Dalam konteks ini, aliran paket data dari/menuju
firewall, diseleksi berdasarkan IP-address,
nomor port, atau arahnya, dan disesuaikan dengan
kebijakan security.
- Firewall
juga harus dapat merekam/mencatat even-even
mencurigakan serta memberitahu administrator
terhadap segala usaha-usaha menembus kebijakan
security.
Merencanakan
Jaringan Dengan Firewall
Merencanakan
sistem firewall pada jaringan, berkaitan erat
dengan jenis fasilitas apa yang akan disediakan
bagi para pemakai, sejauh mana level resiko-security
yang bisa diterima, serta berapa banyak waktu,
biaya dan keahlian yang tersedia (faktor teknis
dan ekonomis). Firewall umumnya terdiri dari bagian
filter (disebut juga screen atau choke) dan bagian
gateway (gate). Filter berfungsi untuk membatasi
akses, mempersempit kanal, atau untuk memblok
kelas trafik tertentu. Terjadinya pembatasan akses,
berarti akan mengurangi fungsi jaringan. Untuk
tetap menjaga fungsi komunikasi jaringan dalam
lingkungan yang ber-firewall, umumnya ditempuh
dua cara :
- Pertama,
bila kita bayangkan jaringan kita berada dalam
perlindungan sebuah benteng, komunikasi dapat
terjadi melalui pintu-pintu keluar benteng tersebut.
Cara ini dikenal sebagai packet-filtering, dimana
filter hanya digunakan untuk menolak trafik
pada kanal yang tidak digunakan atau kanal dengan
resiko-security cukup besar, sedangkan trafik
pada kanal yang lain masih tetap diperbolehkan.
- Cara
kedua, menggunakan sistem proxy, dimana setiap
komunikasi yang terjadi antar kedua jaringan
harus dilakukan melalui suatu operator, dalam
hal ini proxy server. Beberapa protokol, seperti
telnet dan SMTP(Simple Mail Transport Protocol),
akan lebih efektif ditangani dengan evaluasi
paket (packet filtering), sedangkan yang lain
seperti FTP (File Transport Protocol), Archie,
Gopher dan HTTP (Hyper-Text Transport Protocol)
akan lebih efektif ditangani dengan sistem proxy.
Kebanyakan firewall menggunakan kombinasi kedua
teknik ini (packet filtering dan proxy).
|