|
Enkripsi
Untuk Keamanan Data Pada Jaringan
Oleh
: Muhammad Mursodo
Manfaat
dari konvensional enkripsi algoritma adalah kemudahan
dalam penggunaan secara luas. Dengan kenyataan
bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya
dengan maksud bahwa pembuat dapat dan mampu membuat
suatu implementasi dalam bentuk chip dengan harga
yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas
dan disediakan pula untuk beberapa jenis produk.
Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional,
prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan
dari kunci.
Model
enkripsi yang digunakan secara luas adalah model
yang didasarkan pada data encrytion standard (DES),
yang diambil oleh Biro standart nasional US pada
tahun 1977. Untuk DES data di enkripsi dalam 64
bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan
menggunakan kunci ini, 64 data input diubah dengan
suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output.
Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan
untuk mengubah kembali enkripsi.
B.
Enkripsi Public-Key
Salah
satu yang menjadi kesulitan utama dari enkripsi
konvensional adalah perlunya untuk mendistribusikan
kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah
cara yang tepat telah diketemukan untuk mengatasi
kelemahan ini dengan suatu model enkripsi yang
secara mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci
untuk didistribusikan. Metode ini dikenal dengan
nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1976.
Plain
teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks
-> Algoritma Dekrispsi -> Plain teks
User A | |
User B
Private
Key B ----|
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
Gambar 2
Algoritma
tersebut seperti yang digambarkan pada gambar
diatas. Untuk enkripsi konvensional, kunci yang
digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah
sama. Tetapi ini bukanlah kondisi sesungguhnya
yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan untuk
membangun suatu algoritma yang menggunakan satu
kunci untuk enkripsi dan pasangannya, kunci yang
berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah
mungkin untuk menciptakan suatu algoritma yang
mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi ditambah
kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci
dekrispi. Sehingga teknik berikut ini akan dapat
dilakukan :
|