|
Enkripsi
Untuk Keamanan Data Pada Jaringan
Oleh
: Muhammad Mursodo
Salah
satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan
computer untuk menjamin kerahasian data adalah
enkripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan
perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti
menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti
(tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai
kode atau chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan
suatu table atau kamus yang telah didefinisikan
untuk mengganti kata dari informasi atau yang
merupakan bagian dari informasi yang dikirim.
Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang
dapat mengkodekan semua aliran data (stream) bit
dari sebuah pesan menjadi cryptogram yang tidak
dimengerti (unitelligible). Karena teknik cipher
merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di
automasi, maka teknik ini digunakan dalam sistem
keamanan komputer dan network.
Pada
bagian selanjutnya kita akan membahas berbagai
macam teknik enkripsi yang biasa digunakan dalam
sistem sekuriti dari sistem komputer dan network.
A.
Enkripsi Konvensional.
Proses
enkripsi ini dapat digambarkan sebagai berikut
:
Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher
teks ->Algoritma Dekrispsi -> Plain teks
User A | |
User B
|----------------------Kunci (Key) --------------------|
Gambar 1
Informasi
asal yang dapat di mengerti di simbolkan oleh
Plain teks, yang kemudian oleh algoritma Enkripsi
diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat
untuk dimengerti yang disimbolkan dengan cipher
teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma
dan kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string
bit yang pendek yang mengontrol algoritma. Algoritma
enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda
tergantung pada kunci yang digunakan. Mengubah
kunci dari enkripsi akan mengubah output dari
algortima enkripsi.
Sekali
cipher teks telah dihasilkan, kemudian ditransmisikan.
Pada bagian penerima selanjutnya cipher teks yang
diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma
dan dan kunci yang sama.
Keamanan
dari enkripsi konvensional bergantung pada beberapa
faktor. Pertama algoritma enkripsi harus cukup
kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi
cipher teks dengan dasar cipher teks tersebut.
Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma enkripsi
konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya
bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa
adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan
informasi dengan dasar cipher teks dan pengetahuan
tentang algoritma diskripsi / enkripsi. Atau dengan
kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan
dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan
kuncinya.
|