|
Mengenal
teknologi digital subscriber line
Helmy Fitriawan
Terdapat
beberapa jenis teknologi DSL berdasarkan perbedaan
kecepatan data dan jarak maksimum yang disebabkan
usaha untuk meningkatkan kecepatan pengiriman
data dengan menggunakan jaringan telepon yang
ada.
Teknologi-teknologi
tersebut adalah :
- IDSL
(ISDN Digital Subscriber Line) yang berbasis
pada teknologi ISDN BRI (Basic Rate Interface).
IDSL menawarkan layanan seperti BRI dengan kecepatan
kirim (uplink) dan terima (downlink) yang sama
sebesar 144 kbps, tetapi dengan perangkat yang
lebih murah. IDSL hanya menawarkan layanan komunikasi
data tidak untuk komunikasi suara pada jalur
yang sama.
- SDSL
(Symmetric Digital Subscriber Line) dimana teknologi
ini menggunakan kecepatan data 784 kbps, baik
untuk kirim (uplink) atau terima (downlink).
Seperti halnya IDSL, SDSL hanya menawarkan komunikaais
data saja. SDSL merupakan solusi yang cocok
untuk kalangan bisnis untuk digunakan sebagai
komunikasi antar cabang atau hubungan situs
web ke internet.
- ADSL
(Asymetric Digital Subscriber Line), teknologi
ini mempunyai kecepatan data yang berbeda untu
kirim (upink) dan terima (downlink) Untuk uplink
bisa mencapai 8 Mbps sementara untuk downlink
bisa mencapai 1 Mbps dengan jarak kabel maksimum
samapi dengan 5,5 km. Sasaran teknologi ini
adalah terutama pelanggan pribadi yang lebih
banyak menerima data daripada mengirim data,
sebagai contoh adalah untuk mengakses internet.
Kelebihan ADSL dibanding yang lain adalah kecepatannya
yang tertinggi dengan jarak yang memadai dan
bisa mendukung layanan komunikasi suara. Kedua
layanan komunikasi data dan suara diberikan
melalui dua kanal yang terpisah , tetapi tetap
satu kabel yang sama. Sementara teknologi DSL
yang lain menggunkan dua kabel yang terpisah
untuk bisa memberikan kedua layanan komunikasi
tersebut.
- VDSL
(Very high-bit-rete Digital Subscriber Line),
teknologi ini dapat mengirimkan data dengan
kecepatan 1,6 Mbps dan menerima data dengan
kecepatan 25 Mbps dengan jarak maksimum sampai
900 meter. Karena kecepatannya yang tinggi maka
teknologi imi memerlukan kabel serat optik yang
kemampuannya lebih tinggi daripada memakai kabel
tembaga yang ada.
Karena berbagai kelebihan yang dimiliki oleh teknologi
ADSL ini maka teknologi ini berkembang sangat
cepat. Pengiriman data melalui ADSL dilakukan
dengan beberapa tahap. Modem memodulasi dan mengkodekan
(encode) data digital dari PC dan kemudian digabungkan
dengan sinyal telepon untuk dikirimkan ke kantor
telepon. Di kantor telepon sinyal telepon dipisahkan
dari sinyal digital ADSL untuk kemudian dimodulasikan
dan di-encode. Melalui jaringan komunikasi data
sinyal ini dikirimkan ke pihak yang dituju, seperti
ISP atau kantor lain . jaringan data yang digunakan
ini tergantung dari penyelenggara jasa ASDL, bisa
frame relay atau ATM (Asynchronous Transfer Mode).
Sementara sinyal digital dari ISP atau jaringan
perusahaan lain dimodulasi dan di-encode menjadi
sinyal ASDL di kantor telepon. Kemudian modem
menggabungkan nya dengan sinyal telepon sebelum
dikirimkan ke pelanggan, perangkat pemisah (splitter)
memisahkan sinyal telepon dari sinyal digital.
Sinyal digital dimodulasi dan di-decode kemudian
dikirimkan ke PC.
Sinyal telepon yang digabungkan dengan sinyal
ASDL dalam satu kabel tetap di beri daya oleh
perusahaan telepon. Meskipun jalur ADSL tidak
berfungsi atau PC tidak dihidupkan jalur telepon
tetap dapat berfungsi seperti biasa.
Terdapat dua teknik modulasi berbeda yang diterapkan
pada ADSL. Teknik modulasi yang pertama adalah
menerapkan teknik modulasi CAP (Carierless Amplitude
and Phase). CAP menggabungkan sinyal data upstream
dan downstream, kemudian memisahkannya pada modem
penerima dengan teknik echo cancellation. Teknik
modulasi yang lain adalah DMT (Discrete Multitone),
yang memisahkan sinyal upstream dari sinyal downstream
dengan pita pembawa (carrier band) yang terpisah.
Di masa yang akan datang produk-produk ADSL akan
menggunakn teknik modulasi DMT.
|