|
Pemikiran
Pendanaan Untuk Usaha Warung Internet
Onno
W. Purbo
Semua
proses pendanaan warung Internet sebetulnya dapat
diperhitungkan secara sederhana mengunakan pola
rencana bisnis (bisnis plan) yang dapat dibantu
perhitungannya menggunakan perangkat lunak Excel.
Beberapa komponen mendasar yang harus diperhitungkan
adalah :
- Investasi
yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti
komputer, peralatan LAN, printer, perangkat
lunak, meja kursi dan biaya marketing.
- Biaya
operasi bulanan yang meliputi gaji operator,
office boy, satpam, akses internet, biaya telepon,
listrik air, ATK.
-
Pemasukan yang berupa iuran bulanan bagi akses
e-mail dan / atau akses Web.
Tinggal
kita pandai-pandai menyiasati komponen di atas
agar dapat menekan investasi & biaya operasi dan
memaksimalkan pemasukan maka kemungkinan balik
modal akan menjadi tinggi. Rata-rata jika diusahakan
dengan baik dan benar, maka usaha warung Internet
akan mengembalikan modalnya sekitar 12-20 bulan.
Rule
of Tumb kecepatan pengembalian investasi sebetulnya
cukup sederhana, yaitu :
- Semakin
banyak pengguna maka semakin cepat balik modal.
-
Semakin banyak komputer yang digunakan maka
semakin cepat balik modal jika tingkat pendudukan
komputer tersebut tinggi.
-
Akses Internet melalui telepon pada kecepatan
33.6-56Kbps secara bersama akan membatasi jumlah
komputer maksimal sekitar 10 buah sekaligus.
Komponen
utama dalam investasi ada beberapa buah, yaitu
komputer, peralatan LAN, printer, perangkat lunak,
meja kursi dan biaya marketing. Di antara sekian
banyak komponen utama maka komponen investasi
yang paling besar adalah komputer. Untuk akses
Web dibutuhkan komputer yang cukup cepat kelas
Pentium 133. Untuk akses e-mail kita dapat menggunakan
komputer dengan kelas yang lebih rendah.
Salah
satu cara yang paling jitu dalam melakukan investasi
komputer adalah membeli pada saat dilakukan pameran
komputer atau membeli dalam partai besar di toko
komputer yang besar seperti di Glodok atau Mangga
Dua kalau dilakukan di Jakarta. Cara lain yang
dapat dilakukan adalah mencari komputer-komputer
bekas dari Bank-bank yang mungkin sedang mengupgrade
sistem komputer-nya atau yang terlanda musibah
menjadi bangkrut dan menjual komputer-nya dengan
harga murah.
|