Belajar menjadi hacker
Oleh
: Onno W. Purbo
Setelah
cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan
yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker
akan menjalan program untuk menaklukan program
daemon yang lemah di server. Program daemon adalah
program di server yang biasanya berjalan di belakang
layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan
program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker
untuk memperoleh akses sebagai 'root' (administrator
tertinggi di server).
Untuk menghilangkan
jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi
pembersihan 'clean-up' operation dengan cara membersihkan
berbagai log file. Dan menambahkan program untuk
masuk dari pintu belakang 'backdooring'. Mengganti
file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses
ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya
seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah
ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya
mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak
dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat
dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer
untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi
yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan
dengan cara menjalankan perintah 'rm -rf / &'.
Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena
sistem akan hancur sama sekali, terutama jika
semua software di letakan di harddisk. Proses
re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan
memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin
yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena
itu semua mesin & router yang menjalankan
misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya
& di patch oleh software yang lebih baru.
Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin
yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan
dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan
'rm -rf / &'.
Bagi kita
yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya
justru akan sangat menghargai keberadaan para
hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah
Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang
ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem
yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem
di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker
yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara
sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali
hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma
di Internet untuk keperluan masyarakat Internet.
Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia
justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya
terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan
para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali
untuk keberlangsungan / survival dotcommers di
wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu
bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah
sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan
hacking competition di Internet untuk membobol
sebuah server yang telah di tentukan terlebih
dahulu. Hacking competition tersebut di motori
oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux
Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh
anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net),
Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso
Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti
umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya
bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya
akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan
muda ini.
Mudah-mudahan
semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya
pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang
mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain
Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation,
"To boldly go where no one has gone before".
|