Belajar menjadi hacker
Oleh
: Onno W. Purbo
Dijelaskan
oleh Front-line Information Security Team, "Techniques
Adopted By 'System Crackers' When Attempting To
Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,"
fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker
umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik
pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya
mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah
anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia
ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba
ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan
jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000
sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan
hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak
muda kita ini.
Nah, para
cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk
meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya
di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya
para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan
sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah
memperoleh akses root, cracker akan menginstall
pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan
umum yang ada.
Seperti
kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers
akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web
server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan
akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan
jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan
dengan menggunakan teknik / software Firewall
dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di
atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus
misalnya dengan menembus mailserver external /
luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke
mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan
menggunakan agressive-SNMP scanner & program
yang memaksa SNMP community string dapat mengubah
sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian
dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk
ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker
terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik
cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat
dari mesin yang sebelumnya telah di compromised
(ditaklukan) melalui program telnet atau rsh.
Pada mesin perantara yang menggunakan Windows
serangan dapat dilakukan dengan melompat dari
program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan
melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang
baik.
Setelah
berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker
biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan
mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini
dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan
nslookup untuk menjalankan perintah 'ls <domain
or network>' , (2) melihat file HTML di webserver
anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3)
melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan
diri ke mail server dan menggunakan perintah 'expn
<user>', dan (5) mem-finger user di mesin-mesin
eksternal lainnya.
Langkah
selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen
jaringan yang dipercaya oleh system apa saja.
Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator
dan server yang biasanya di anggap paling aman
di jaringan. Start dengan check akses & eksport
NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti
/usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui
kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan
akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya
cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan
yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa
mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan,
nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program
seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat
cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani
kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi
cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP
scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
|